Menghargai Alam

Saya tipe orang yang percaya dengan istilah “apa yang kau tanam, itulah yang kau panen” dan istilah “Hargailah ketika ingin engkau dihargai”.

Masalahnya objek yg dihargai bukan manusia, tetapi alam.

Sy memiliki pikiran dan beberapa pengalaman, ketika engkau menghargai alam, maka alam akan berbalik mendukungmu.

Alam bergerak dengan segala kemampuannya, seperti angin, hujan, daun, pohon, matahari, tanah, dan lain-lain.

Ketika kita didukung, sy merasakan sendiri (entah berkah Tuhan atau gimana) semua sesuai dgn kebutuhan saya dan mereka melindungi saya.

Ketika sedang berjalan menuju halte busway, sudah mulai gerimis, sy batin dlm hati ‘tunggu dulu sampai saya tiba di halte’. Alhamdulillah, ketika sampai di halte, barulah hujan, ketika turun di halte berikutnya, entah bagaimana hujan sudah berhenti. Sama sekali tidak membuat basah kuyup.

Hal ini tdk terjadi sekali, tp beberapa kali (yang aneh menurut saya).

Ada lagi cerita ketika saya sedang berdiri di suatu kegiatan dgn panas terik, sy meminta ‘tolong tutup dgn awan’ eeeeeeh… Tiba-tiba ada awan besar menutup matahari. Jadilah teduh sementara, walaupun sementara, tp cukup lama hingga akhirnya sy mengembalikan energi ketahanan diri utk terus berdiri.

Ada lg saat saya terjebak di tengah hutan raya, sdh menjelang maghrib, balik ke jalur datang jg sdh jauh dan keburu gelap, tidak bawa senter, tidak ada sinyal, namun, sy mendengar bisikan dan memiliki keyakinan menuruti bisikan tsb untuk naik ke bukit atas, trus saya daki hingga akhirnya ternyata sampai di perkampungan warga. Dari sini saya berucap syukur Alhamdulillah msh dilindungi.

Ada cerita kakek saya yg menanam pohon di suatu lahan yg kering, tdk pernah ada yg bisa menanam pohon sblmnya di lahan tsb, namun pohon yg ditanam kakek saya tersebut tumbuh lebat dan berbuah ranum.

Kadang terpikir, tipis bedanya apakah ini hasil menghargai alam atau memang berkah Tuhan. Tetapi dgn 2 istilah di atas yg saya pegang itu, apapun bisa terjadi, dan terkadang orang bilang dengan ‘mestakung’ alias Semesta Mendukung.

Ini hanya beberapa pengalaman sendiri saja, bagaimana pengalaman anda?

When i think he is a futurist!

Saya mendengar, maka saya tahu.

Saya melihat, maka saya ingat.

Saya melakukan, maka saya paham.

Tiga tingkatan itu sepertinya terjadi di berbagai fase kehidupan kita, terutama ketika belajar kehidupan atau bahkan belajar pelajaran bersifat eksakta. Fase-fase tersebut mau tidak mau harus dilewati karena kita harus paham. paham dan paham. Jangan hanya tahu kulitnya, kecuali bila memang kita diharuskan melihat kulitnya saja.

Sebagai mahasiswa saya melihat pemerintah itu ada 2, yaitu Presiden (dan menteri) dan DPR RI. Nah, dari dulu, seperti yang dijelaskan di SMA dulu, memang ada yang aneh dengan sistem lapor sana puter sini lapor situ puter sana. Banyak buang waktu menurut saya untuk menentukan suatu kebijakan yang perlu tindakan cepat.

Misal, si Presiden ngebawa hasil godokan UU/Peraturan, dipresentasikan ke DPR, DPR banyak rapatnya, ngantri deh, kemudian baru dipanggil sidang, dikomentarin sama DPR, banyak yang tidak sesuai dengan mau dewan rakyat, balik lagi pemerintah membenarkan, kalo sdh tdk ada, balik lagi ke dewan, masih aja ada salah, waduuuuuh… lama bener.

Makin kesini, di dalam diri masing-masing orang sepertinya banyak yang sudah tidak percaya pada pemerintah apalagi dewan. Well sekarang saya jadi pekerja kontrakan di suatu unit yang mau tidak mau memaksa saya melihat secara ‘helikopter view’ tentang apa yang terjadi di republik ini, terutama ketika memastikan program itu tersampaikan pada target sasaran.

Keberjalanan saya selama bekerja, interaksi dengan elemen-elemen tersebut, saya paham bahwa Bapak satu itu berpikir sangat jauh kedepan, jauh di depan orang-orang yang sering berkoar-koar di tv. Memang yang dirasakan pihak masyarakat adalah saat ini, “yang penting bisa makan besok”, bukan “gimana saya 10 tahun lagi”. Tapi untuk ukuran suatu negara, harus dan harus melihat ke depan, dengan berbagai kemungkinan tidak hanya kondisi di dalam negeri, namun juga luar negeri.

Si Bapak itu sama istrinya meluncurkan gerakan menanam pohon satu orang, ketika ke daerah, spanduknya ada di mana-mana, satu orang satu pohon. Kemudian, si Ibunya meluncurkan program dan ajakan membuka sumur resapan. Itu dilakukan pada 2011, eh eh eh, pada 2012, dinyatakan sama Menterinya bidang Lingkungan Hidup, bahwa tahun 2012 cuacanya mirip dengan cuaca tahun X dan Y. Karena tingginya laju pengrusakan hutan. Nah, klop banget dah tuh, informasi-informasi yang sudah diberikan oleh para pembantunya benar-benar beliau laksanakan dalam waktu singkat, namun sepertinya memang kondisi Indonesia yang latah atau baru panik kalau sudah kejadian, yaa jadilah bencana.

Si Bapak itu juga rajin meminta pembantunya untuk membaca buku bagus, buku yang berkaitan dengan teori dan apa yang sedang terjadi tentang apa, pemikiran tentang siapa. Saya tidak tahu deh pembantunya ini pada baca atau gak.

Kondisi dunia saat ini benar-benar carut marut dari sisi ekonomi, si Bapak abis ngerombak pembantunya, dan dilihat sebagai perombakan yang hanya menjadi citra, bukan untuk kinerja. Memang mudah mengatakan dari luar itu hanya sebuah permak. Padahal memang untuk kinerja, karena beliau sudah melihat bagaimana kondisi 2012. 2012 adalah tahun bekerja. bekerja. bekerja.

2012 harus kebut bekerja, ada pembantu yang menjadi bottleneck, ganti, tapi ada kalanya tidak diganti, ada kontrak politik kali, tapi untuk pos-pos tertentu, si Bapak menempatkan orang-orang yang sangat kredibel, profesional dan berintegritas. Pos tertentu itu adalah pos yang bisa menjadi lompatan jauh supaya negara ini bekerja.

Posisi tertentu yang menurut saya si Bapak pintar banget naruh posisi itu adalah tukang dagang, tukang cari orang berduit, tukang usaha buatan aseli Indonesia. Tukang dagang merangkap tukang cari orang berduit sekarang, melihat kondisi Eropa Amerika turun, Cina yang 60%nya ekspor ke dua negara yg turun tadi pasti cari pasar baru, kalo gak domestik siapa lagi kalo bukan Indonesia. Kalo gak bukan orang yang jago negosiasi dagang, kita bakal keteteran dipaksa nerima barang-barang negara itu. Bahkan Eropa Amerika jg lagi berusaha menjual barang ke tempat yang ekonominya tumbuh, ya si Cina lagi dan Indonesia lagi, tambah India.

Trus lagi, sepertinya si Bapak baca sejarah dari baheula gimana cara negara Cina jadi seperti sekarang ya. Tidak mau salah langkah macam pemerintahan sebelum dia. Memang Cina kalau saya baca-baca mensupport habis-habisan bank aseli dari sana untuk menggenjot proyek-proyek mercusuar untuk dukungan infrastruktur. Nah kalo disini, si proyek-proyeknya itu dikasi ke tukang usaha nya sini. Si tukang usahanya sini orangnya sulit dipengaruhi jadi yaa ces pleng aja mau melakukan gerakan usaha sana-sini. Yang penting, bisa teriak GOOOOOOOLLL (macam bola saja).

Satu lagi yang memang lagi hip-hipnya di dunia, yaitu ekonomi kreatif. si Bapak sampe khusus bikin divisi pembantu sendiri akhirnya karena memang, aselinya Indonesia itu semua bisa di poles dan di sajikan (untuk jenis-jenis yang masuk kegiatan industri kreatif). Fokus pada apa yang dimiliki oleh Indonesia. Great. Termasuk karena saya juga pernah membawa hal ini ke konferensi, dan melihat bahwa si Indonesia ini harus buruan lah menggenjot ekonomi kreatifnya lah. Hidup lah Indonesia dari sini.

Masih banyak lagi sih kenapa gw panggil si Bapak futurist. Cuma harus dipotong lagi ah. Musti mandi tetekoek siap-siap ke kantor. Saya sih berpikir positif terus aja dan husnudzan, capek hati dibawa buruk mulu. Berkontribusi. Pasti!

KK

 

 

 

 

 

 

Bahasa Inggrisnya Apa?

Di suatu siang di Hari Minggu, sedang menonton acara komedi dan cukup ngakak dengan komedi yang satu itu. Benar-benar #random! Bermain tentang bahasa inggris dari suatu kata.

“Bahasa inggrisnya pintu apa?”

Dijawab, “Door”

“Bahasa Inggrisnya tutup pintu apa?”

Dijawab, “Close the Door”

“Bahasa Inggrisnya tidak dibukakan pintu apa?”

Dijawab, “Digedor-gedor”!

 

Kenapa gw terkesimanya dengan candaan ini, karena bisaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aja ya komedian memiliki talenta macam ini, bersilat kata. hahahaha..

Tanganku 4 minggu : sebuah kisah

Kenapa pula objek yang diceritakan adalah tangan saya?

Karena tangan saya selama 2 minggu telah membuat saya takut.

Kenapa pula sebuah tangan membuat saya takut?

Karena tangan saya selama 2 minggu bermunculan bintik-bintik berisi air.

Kenapa pula dengan bintik isi air.

Karena rasanya gatal men.

Kenapa pula rasanya gatal?

Karena rasanya memang begitu.

Kenapa pula saya tulis 4 minggu, ada sisa 2 minggu dong?

Karena 2 minggu pertama tangan saya adalah tangan buaya, 2 minggu setelah adalah tangan sisik ular.

Kenapa pula bisa jadi tangan 2 binatang?

Karena 2 minggu mengeras dan terasa sangat kasar, 2 minggu setelah mulai ganti kulit.

Kenapa pula ganti kulit?

Karena itu berarti tangan saya masih sehat sebagai sebuah tangan. Bisa regenerasi.

Kenapa pula gak ke dokter?

Karena menurut saya tidak perlu ke dokter. Cukup pake balsem tawon ampuh dari Kupang ditambah selimutan.

Kenapa pula gak percaya dokter?

Karena saya percaya bahwa dengan berdoa, insya Allah sembuh. Tdk gatal lagi.

 

Kenapa pula masih berlanjut?

Karena saya mau bilang selesai dengan . (titik) setelah ini.

 

. (titik)

 

Catatan 2 tangan di atas keyboard

KK

Unique quotes I got from Teluk Kiluan trip

Dalam perjalanan kemanapun saya pergi, saya selalu ingin mengetahui deskripsi mengenai keunikan masing-masing wilayah. Saya percara nantinya ini akan menjadi pengetahuan saya tentang Indonesia secara empiris karena saya menjelajah dari satu daerah ke daerah lainnya. Kali ini kutipan saya ambil dari sebuah lokasi bernama #TelukKiluan , dimana disini terkenal untuk menikmati lumba-lumba liar. Saya freedive disana.

Kenapa kutipan? Karena menurut saya, kutipan mendeskripsikan secara langsung dari pembicara. Membiarkan keluguan atau kepolosan dari pembicara.

1. “Rokok adalah modal untuk saling berbagi informasi dan bergaul, terutama apabila memasuki suatu wilayah baru, semacam modal untuk berbaur dengan mudah” ~ nelayan

2. “Bila memang hari ini tidak mendapat ikan banyak, berarti memang Allah memiliki rencana lain” ~ nelayan

3. “Buat apa melaut, walaupun dengan kapal besar yang bisa menerjang ombak, kekuatan alam bukan untuk dilawan” ~ nelayan

4. “Saya hanya ingin anak saya tidak menjadi nelayan seperti saya, ingin dia berusaha sendiri” ~ nelayan

5. “Saya pernah bekerja untuk orang, daripada bekerja untuk orang, lebih baik bekerja dengan katinting (ket: kapal kecil) milik saya sendiri” ~ nelayan

6. “Ketika sedang tidak mendapat ikan, musim buruk, saya punya tabungan dan bisa digunakan untuk saya beli makan, taruh saja di warung, kapan-kapan bisa saya titip, juga saya tukar dengan beras atau kebutuhan lain” ~ nelayan

Apakah yang anda rasakan dari kutipan-kutipan tersebut diatas?

Rasakan dengan empati.

Anda memiliki persepsi masing-masing. Saya pun memiliki persepsi tersebut.

24 Nov 2011

Best,

KK

 

Jangan Hamil Rapat-Rapat?????????????????

Ada yang pernah lihat iklan di televisi gak sih? Yang model-modelnya ada artis sinetron dan penyanyi Afghan. Mereka berpesan tentang 2 hal, yang satu adalah jangan hamil cepat-cepat dan berkeluarga harus berencana. Penting gak sih mikirin hal tersebut?

Gw bakal bilang penting banget. Kalo lo emang ngaku menjunjung Pancasila dan UUD 1945 atau yaa lo pake KTP Indonesia, ya lo harus tahu tentang pentingnya hal ini.

Jadi, dari struktur penduduk kita mulai tahun 2011 hingga 2025 kita akan mengalami yang namanya ‘bonus demografi’. Bonus demografi itu lonjakan penduduk muda. Efeknya apa kalo penduduk muda terakumulasi? Tahun 2050 ya sisa penduduk tua. Dari yang dulunya muda di tahun 2011-2025, sekarang di 2050 tuh penduduk jadi tua. Tua sih oke kalo ditanggung sama anaknya, lha kalau kitanya malah dianggap menyusahkan? Mending diurus, mungkin dikasih ke panti jompo. Oke hal tersebut gak terjadi pada kita. Tapi bagaimana teman-teman lain yang sesama penduduk muda yang tidak seberuntung kita diurus/ditanggung oleh anaknya? Mau jadi gelandangan? Masuk Panti Jompo? Emangnya masuk Panti Jompo gak bayar? Ada sih yang ditanggung Panti Jomponya oleh Pemerintah. Tapi tahu gak sih, panti jompo kita itu bakal kurang banget di tahun nanti 2050.

 

Gampangnya kalau ada yang pernah belajar rasio angka ketergantungan. Berapa sih satu orang tidak produktif ditanggung oleh orang yang produktif. Jadi di total deh tuh, jumlah total penduduk dengan umur diatas 65 tahun dibagi sama jumlah penduduk produktif (15-64 tahun). Nah, pas 2050 tuh, bakalan angka yang non produktif lebih besar dari angka produktif. Alhasil, yang produktif ini bisa-bisa nanggung lebih dari 1 orang non produktif. Bisa dikata, nanti anak kita bakal nanggung biaya lebih dari 1 orang tua di Indonesia. Mungkin nanggung 1 atau 2 gak apa-apa ya. Tapi kalau lebih dari 2? Gak berabe tuh?

Kalo mau santai jadi orang tua jaman-jaman nanti itu, pastikan saja kita gak jadi beban deh buat anak, gak nyusahin. Setidaknya kita punya tabungan khusus atau tabungan hari tua, sehingga kalau ada keperluan kita, kita mandiri.

Efek bonus demografi itu ada bagusnya karena dengan penduduk muda tinggi akan lebih banyak ‘saving’ atau tabungan yang beredar di perbankan atau celengan di rumah. Ditambah lagi geliat kebutuhan primer, sekunder, dan tersier kita dari kebutuhan rumah baru bagi yang baru kerja/nikah, kebutuhan akan mobil dan kebutuhan investasi. Hal-hal ini akan menjadi penggerak bagi ekonomi Indonesia. Yaaaa tapiii kalo tabungan itu main dihabiskan saja saat kita muda, trus kita tua malah jadi beban, jadi MASALAH BESAR lah bonus demografi itu.

Itu aja sih yang mau gw sharing, jangan sampai, kita-kita jadi beban buat anak kita. Ogah kaleee…

Kecelakaan Kapal Motor/ Speed Boat itu Lucu!

Kenapa saya bilang lucu?

Dari pengalaman-pengalaman saya ke daerah kepulauan dan kadang terpencil yang menggunakan layanan transportasi laut menggunakan kapal motor, MV, kapal cepat atau speed boat, selalu penuh sesak.

Logikanya masyarakat kepulauan selalu takut tidak terangkut oleh kapal yg akan mereka naiki. Mengapa? Karena kalau tidak terangkut skrg, mereka harus menunggu beberapa hari/minggu lagi agar bisa terangkut.

Sejatinya kapal perintis yg disediakan oleh pemerintah (kementerian perhubungan) adalah sebagai pembuka jalur baru atau pemancing agar menjadi jalur komersil.

Kapal-kapal tersebut dikontrakkan dari berbagai pemenang tender operator dan mendapat subsidi bbm.

Kapal perintis selalu dinanti sesuai jadwalnya dan selalu kasusnya KELEBIHAN MUATAN! Kalau tenggelam baru deh pada ribut.

Lucunya adalah:
1. Kalau tidak terangkut, masyarakat malah mengancam membakar kapal. Jadi harus terangkut. Kalau tenggelam? Itu masalah nanti sptnya LOL.

2. Nakhoda kapal harus tegas tp tak berdaya tegas diancam oleh masyarakat, lalu kalau ada yg tenggelam dan meninggal yg DISALAHKAN adalah nakhoda.

3. Barang-barang yg diangkut oleh masyarakat selalu lebih dari 3 kardus. Bahkan bal-balan berukuran besar jg. Gimana gak kelebihan muatan.

4. Ada petugas yg memang tanggung jawabnya melihat ‘buoyancy’ dari kapal utk menilai laik layar atau tidak. Tp akibat beberapa barang yg ‘dipaksa’ harus terangkut dan menimbulkan kemarahan. Apa daya? Tp selalu ada kesalahan petugas dengan istilah ‘low law enforcement’ atau penegakan hukum yg rendah.

5. Lucunya lagi, saring atau ‘filtering’ penumpang melalui pintu gerbang yg harus di jaga habis-habisan oleh petugas di beberapa pelabuhan. Calon penumpang begitu bengisnya menghimpit anak kecil dan ibu-ibu, mengeluarkan suara-suara gaduh dan ‘memicu’ agar ribut, dan ‘melawan’ hanya 1-2 petugas penahan gate. Oh my.

Kemudian, dengan jadwal kapal perintis yg terbatas sedangkan terdapat permintaan tinggi dari masyarakat, herannya saya, kenapa tidak ada PENGUSAHA kapal speed/motor/MV/kapal cepat yg mengambil PELUANG tersebut?

Well, memang yg namanya bisnis mencari untung, harus hitung-hitungan BEP (break even point), daya beli masyarakat, kemampuan finansial, dll dll.

Tapi dengan permintaan tinggi seperti itu, apakah tetap tidak bisa dicarikan model bisnis yg tepat? Agar menggiurkan dan menguntungkan?

*tiba-tiba dpt inspirasi utk jd topik thesis sekolah bisnis saya. :p

Kalau kendali atas perilaku masyarakat yg selalu berebutan masuk kapal sampai-sampai si nakhoda kapal tak berdaya melarang, tentu kita akan lebih sering melihat di tv kecelakaan-kecelakaan, korban meninggal dan bahkan ‘mindset’ orang-orang menjadi takut tinggal di kepulauan.

Kalau pulaunya digunakan oleh swasta sebagai private island, ribut lageeeee..

Maunya apaaa dong?

How do you think? Any thoughts?

Best,
KK
Beginilah tampak barang-barang menumpuk di atas kapal

Beginilah tampak barang-barang menumpuk di atas kapal MV Super Jet. Barang-barang  berkardus besar terlihat di atas kapal.

Kepulauan Riau terdiri dari banyak pulau dan tujuan lhoo..

Beginilah kondisi ruang tunggu khusus tujuan kepulauan. Ramai sekalii.. Ingat, Kepulauan Riau terdiri dari banyak pulau dan tujuan lhoo..

Posted with WordPress for BlackBerry.

 

IS IT A RARE OPPORTUNITY?

Melihat kilas balik berapa umur gw, berapa jauh pengalaman gw, siapa gw, apa yang sudah gw lakukan untuk negara, i would say yes, it is a rare opportunity. Apa sih yang jarang (rare)? Gw berumur 21 tahun disaat menulis ini, pengalaman gw kerja diluar kampus baru 7 bulan lebih (ya di tempat gw kerja sekarang) dan pengalaman gw konferensi pun juga belum banyak kalau menurut gw, gw pun hanya anak cewe biasa yang mendapat kesempatan, dan apa yang sudah gw lakukan untuk negara sepertinya belum banyak dibanding orang-orang lain yang lebih tua atau seumuran dengan gw. Kesempatan yang jarang menurut gw adalah kesempatan rapat dengan H.E. Boediono dengan sangat dekat, as if benar-benar dekat, rapat semeja, bahkan bertatapan mata. LEBAI. Hahahahaha… Rapat semeja dengan RI’s Vice President terjadi karena gw sekarang bekerja di UKP-PPP. This is a unit which was formed by RI 1 in his second period and led by H.E. Kuntoro Mangkusubroto (FYI, this team consists of 20 people and i’m proud to be one of them. Also, until now i recorded as the youngest ;) ).

Pengalaman-pengalaman gw kalau rapat bareng Pak Boed, selalu terkesima, ada ya orang sesantun, sesabar, sebaik itu. Jahat sekali kalau memang orang memfitnah/mencelakai beliau. Wiiii… I can say that because i feel the atmosphere. Entah ya, gw itu seperti memiliki kemampuan menganalisis seseorang and usually bingo! Correct! Betapa baiknya beliau juga sudah terkonfirmasi ke beberapa pihak :D . Yang jelas yang gw mau bagi disini adalah gw gak pernah membayangkan duduk semeja dengan hanya selang 3-4 kursi dengan beliau. It’s an honour.  Gw pun sudah mendapat pin istana kepresidenan. Pin in wajib gw pakai kalau ada rapat atau acara di daerah istana. Pin ini ada kode dan warnanya sendiri, teregistrasi dan tentunya tidak boleh hilang. Wow! Apalah anak muda cem gw ini… I’m sure this will be an unforgettable experience.

Hope there will be another young people who achieved higher than me. I’m sure  there are and pray for it :D

Regards,

KK

Tulisanku…

masih sisa beberapa dari Taiwan, dari Teluk Kiluan Lampung, dan dari Boyolali-Solo.. Doakan sayaa punya waktu untuk menulis cerita-cerita tersebut yaaa… sangat unik! hehehe..

Cerita Karin di Sulsel dan Sultra!

Apa yang ada di benak saya ketika mendengar kata Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara? Pertama adalah, tentang ayam jago dari timur yang identik dengan Sultan Hasanudin. Saya ingat sekali bagaimana wajahnya di gambar pajangan-pajangan tokoh nasional/pahlawan hahahaha…. Hal kedua yang saya ingat adalah bandaranya yang banyak membuat orang berdecak kagum. Akhirnya ada juga bandara yang dianggap layak/setidaknya berdesain cukup ciamik di Indonesia. Hal ketiga yang teringat tentang Sulawesi Selatan adalah demo rusuh/anarkis. Setuju atau tidak? Hampir mungkin setiap minggu atau setiap hari, pasti selalu saja ada berita mengenai demo rusuh di wilayah Sulawesi Selatan, entah itu di Kota Makassar, di Kota Pare-pare, atau di kota lainnya di Sulawesi Selatan. Untuk hal yang ketiga ini, saya cukup menyayangkan, terutama hal ini disebabkan biasanya oleh mahasiswa. Mahasiswa tidak seharusnya menunjukkan sikap bukan mahasiswa, baiklah mereka menunjukkan bahwa mereka adalah perantara antara rakyat dengan pemerintah, namun, tidak perlu bertindak anarkis. Apa yang saya perhatikan secara detil adalah tindakan mereka merusak aset negara. Apakah puas dengan aset negara dirusak? Ujung-ujungnya kalau aset negara rusak berarti harus diganti, apabila harus diganti berarti membutuhkan dana pengganti, dana pengganti dari mana? Ya dari anggaran daerah atau anggaran pusat, akibatnya apa? Dana yang seharusnya untuk subsidi orang miskin akhirnya berkurang karena terpaksa menganggarkan untuk aset-aset yang rusak itu. Padahal apa yang mereka perjuangkan? You all know what. Kemudian, apa yang terlintas di benak saya ketika mendengar kata Sulawesi Tenggara? Saya teringat sabana, Konawe, dan Kepulauan Wakatobi. Hal pertama akibat saya menonton acara jalan-jalan di televisi yang menayangkan keberadaan sabana di Indonesia layaknya yang ada di Negara Selandia Baru. Saya ingin membuktikan itu. Kemudian hal kedua, Konawe, nama apa pula itu? Setelah lebih jauh mendalami, terdapat air terjun Meramo. Air terjun yang bertingkat-tingkat dan di setiap tingkatnya terdapat kolam. Gambarannya persis seperti fantasi anak-anak kecil atas lokasi air terjun bidadari (bidadari mandi di kolam air terjun tersebut).hahahaha… itu juga fantasi saya… Ketika kecil kan kita mendengar cerita rakyat tentang Sangkuriang yang mengambil selendang sutra seorang bidadari ketika sedang mandi di air terjun. Kemudian Kepulauan Wakatobi, Wakatobi yang saat ini sedang naik daun akibat keindahan alam bawah lautnya serta pantai pasir putih. Wakatobi adalah singkatan dari Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Empat nama itu adalah pulau-pulau yang ada di Kabupaten Wakatobi. Selanjutnya silahkan tanya Om Google :p

More

Previous Older Entries

Paling laris

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 129 other followers